Untuk mengenali kejadian anemia pada kehamilan, seorang ibu harus mengetahui gejala anemia pada ibu hamil. Anemia yang terjadi saat ibu hamil trimester I akan dapat mengakibatkan Abortus (keguguran) dan kelainan kongenital. kondisi kurus dan sangat kurus.Sebesar 48,9% ibu hamil mengalami anemia. Sebanyak 84,6% anemia pada ibu hamil mulai terjadi sejak kelompok umur 15-24 tahun. Data tersebut menggambaran kondisi gizi pada remaja di Indonesia yang harus diperbaiki.(Kemenkes RI, 2019). Dinkes DIY 2020 menyebutkan, Anemia pada remaja putri di DIY 23,5 cm hal ini berarti ibu hamil dengan risiko KEK diperkirakan akan melahirkan bayi BBLR. Bila bayi lahir dengan risiko Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) akan mempunyai risiko kematian, gizi kurang, gangguan pertumbuhan dan gangguan perkembangan anak. Untuk mencegah risiko KEK pada ibu hamil sebelum kehamilan wanita usia subur sudah harus Background : Ibu hamil perlu memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi. Bukan hanya memenuhi makanan dan minuman namun haruslah mengandung angka kecukupan gizi yang cukup dan seimbang Research anemia pada ibu hamil apabila kadar Hb < 11g/dl pada hamil trimester ke 2 dan Hb < 10,5 g/dl pada trimester ke 3 (Breymann et al, 2010). Sedangkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan cut off point anemia pada ibu hamil Hb < 11g/dl (Chitambar dan Antony, 2014) b. Klasifikasi anemia Anemia dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis berdasarkan tRTN.

makalah anemia pada ibu hamil 2022